Jawa Timur
Wisata
Labels
Arsip Blog
-
▼
2014
(11)
-
▼
April
(11)
- Cara Menanam Sawi Dalam Pot yang Benar
- Cara Menanam Daun Seledri Sendiri
- Tips dan Cara Menanam Buah Tomat yang Baik dan Benar
- Cara Menanam Terong Hidroponik Agar Hasil Buah Mak...
- Cara Menanam Kangkung Hidroponik Dengan Benar Dan ...
- Cara Menanam Jambu Biji Dengan Teknik Cangkok Agar...
- Hidroponik, Cara Menanam Dengan Kualitas dan Hasil...
- Cara Menanam Hidroponik Yang Baik Dan Benar
- Cara Membuat Media Tanam Untuk sayuran
- Cara Menanam Semangka Hidroponik Dengan Mudah Dan ...
- Cara Menanam Tanaman Dengan Teknik Hidroponik
-
▼
April
(11)
Slider
Culture
Transportasi Tradisional
Rumah Adat
Bali
Pantai
Seni Budaya
Kuliner
Hidroponik
Siapa yang tak mengenal terong? Buah yang satu ini memang sangat terkenal di Indonesia, dan sering dimasak sayur. Terong (Solanum melongena) adalah tanaman berjenis perdu yang dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 60-90 cm. Dengan daun tanaman lebar dan berbentuk telinga. Memiliki bunga berwarna ungu dan merupakan bentuk bunga yang sempurna, biasanya bunga terpisah dan terbentuk di dalam tandan bunga. Langsung saja, kita akan membahas secara detail tentang cara menanam terong hidroponik.Media hidroponik yang baik memiliki pH yang netral atau antara 5.5 -6.5 dan dapat mempertahankan kelembaban. Media untuk persemaian atau pembibitan dapat menggunakan media berupa pasir halus, arang sekam atau rockwool. Media dengan pasir memang tergolong murah namun kurang bisa menahan air. Dan media yang baik adalah campuran sekam, serbuk gergaji dan serbuk sabut kelapa. Media untuk tanaman dewasa dapat menggunakan pasir yang agak kasar, campuran arang sekam, rockwool dan lain-lain. Arang sekam dapat menjadi pilihan, karena terhindar dari berbagai penyakit yang hidup di dalam pasir.
Kita dapat mulai menanam, tapi siapkan dahulu apa yang dibutuhkan, seperti: media tanam yang digunakan untuk wadah semai, kita bisa menggunakan pot plastik, atau polybag kecil, bisa juga bak plastik, nampan semai, atau berupa kotak kayu. Untuk wadah tanaman dewasa, gunakan polybag ukuran 30-40 cm. Siapkan kertas tissue/koran basah untuk menjaga kelembaban, ayakan pasir halus untuk mengayak media persemaian, handsprayer, centong (untuk mengaduk media), pinset untuk seleksi bibit, polybag ukuran 5 kg, benang rami untuk mengikat tanaman, dan ember untuk menyiram.
Tuangkan benih yang sudah dicampur dengan pasir ke wadah semai dengan media setebal 5-7 cm secara merata. Tutup dengan media semai sekitar 3-5 mm. Tutup permukaan media dengan tisu yang dibasahi handsprayer. Simpan di tempat gelap dan aman. Jangan lupa di kenakan sinar matahari selama 1-2jam secara berkala guna kecambah tumbuh dengan sehat. Buang tisu setelah benih berkecambah.
Setelah tinggi bibit sekitar 2-3 cm pindahkan ke dalam polybag pembibitan. Bibit kecil yang berkecambah dalam wadah semai disirami dengan air biasa. Jangan menyiram secara berlebih agar tidak terjadi pembusukan.
Cabut benih dari wadah semai ketika benih sudah berumur 15-17 hari atau sekitar 3-4 minggu setelah semai. Cabut dengan hati-hati agar akar tidak rusak. Kemudian tanam pada pot/polybag pembibitan.
Transplatasi tanam dapat dilakukan ketika media sudah tidak lagi dapat memuat akar tanaman, lakukan dengan menyiapkan polybag yang lebih besar, lubangi polybag lama pada bagian bawah dan pindahkan tanaman yang aka dipindah bersama dengan media ke dalam polybag yang baru.
Penyiraman dapat dilakukan dengan menggunakan handsprayer, gembor atau emprat atau gayung. Pada masa persemaian cukup dengan handsprayer 4-5 kali sehari untuk menjaga kelembaban media. Pada masa pembibitan penyiraman dilakukan dengan gembor sebanyak 5-6 kali sehari dengan tambahan berupa larutan encer hara. Pada masa pertumbuhan & produksi, penyiraman dapat dilakukan dengan memberikan 1.5-2.5 liter larutan encer hara dengan setiap harinya.
Penyiraman otomatis dilakukan dengan Sprinkle Irrigation System dan Drip Irrigation System (sistem penyiraman semprot & tetes). Perawatan tanaman yang harus dilakukan adalah : Pemangkasan, pengikatan, penjarangan bunga (pada sayuran buah), pengendalian hama dan penyakit.
Di atas adalah cara menanam terong hidroponik yang mungkin dapat dipelajari, semoga bermanfaat.
Sumber Artikel : http://www.caramenanam.com/2013/07/cara-menanam-terong-hidroponik-agar.html
Kali ini kami akan membahas tentang cara menanam kangkung hidroponik dengan benar dan baik. Anda dapat menyimak yang berikut ini jika ingin mencoba menanam kangkung secara hidroponik :
Bahan dan juga alat menanam kangkung hidroponik :
Bahan dan juga alat menanam kangkung hidroponik :
• Bibit kangkung
• Baskom ataupun pot 2 buah ( yang 1 pendek dan yang 1 tinggi )
• Sekam atau pasir
• Styrofoam
• Pinset berguna untuk mengambil bibit kangkung
• Cutter berguna untuk memotong styrofoam
• Pinset berguna untuk mengambil bibit kangkung
• Air
Cara menyemai biji kangkung hidroponik :
- Anda dapat menyiapkan satu buah baskom ataupun pot sebagai media tanam bibit. Gunakan yang pendek.
- Untuk Media tanam yang anda digunakan adalah sekam, kemudian biarkan sekam dengan keadaan basah serta tidak perlu dicuci. Jika anda ingin menggunakan sebuah pasir sebagai media tanam, pasir tersebut harus dicuci lebih dulu seperti beras.
- Selanjutnya Buatlah baris pada sekam, dengan memberi jarak 2 cm ukuran 1 cm.
- Kemudian anda dapat menebarkan biji kangkung ke baris baris sekam, jangan bertumpuk tumpuk. Tutuplah kembali biji dengan menggunakan sekam sampai semua biji tertutup dan juga tidak terlihat.
- Setelah 3 hari lamanya, jemur media tanam pada sinar matahari. Lalu Tanaman kangkung ini akan mulai terlihat dalam kurun waktu 5 hari.
Cara menanam kangkung hidroponik :
- Pertama Siapkan satu buah baskom ataupun pot sebagai media tanam untuk kangkung. Gunakanlah yang tinggi.
- Isikan baskom ataupun pot dengan air, tetapi tidak sempai penuh. Pada pH air yang digunakan netral, gunakan air sumur .
- Lalu Ambil styrofoam, potong sesuai ukuran pada baskom ataupun pot yang akan di gunakan. Kemudian buatlah lubang pada styrofoam masing-masing dengan ukuran yang berdiameter 1 cm untuk tempat pada menanam kangkung.
- Letakanlah styrofoam diatas air di dalam baskom ataupun pot.
- Lalu Ambil bibit kangkung yang telah berusia 5 hari menggunakan pinset. cucilah terlebih dahulu akar dari kangkung dalam air dan menggoyangkan perlahan akar di dalam air. Selanjutnya Masukan dalam lubang styrofoam yang telah anda sediakan dalam baskom.
- Kangkung bisa di panen dalam 25 sampai 30 hari sejak di tanam pada media. Anda bisa menyiapkan media tanam dengan yang anda kehendaki.
Hidroponik adalah teknik menanam yang sudah tidak asing bagi kita. Rata – rata tanaman dipelihara dengan metode ini jauh lebih sehat. Selain itu, teknik hidroponik telah mampu mempercepat pertumbuhan tanaman sebesar 30% hingga sampai 50%. Dengan teknik hidroponik, tanaman akan tumbuh lebih cepat pula karena penyerapan nutrisi lebih maksimal. Nutrisi yang diberikan dapat tercampur langsung dengan media air yang digunakan.Ada macam – macam media yang dapat digunakan sebagai media yang digunakan untuk menanam tanaman dengan media hidroponik. Hidrocorn adalah media yang mengalirkan air paling cepat, Media ini akan membuat tanaman lebih banyak menyerap nutrisi yang diberikan. Selain itu media hidrocon dapat kita gunakan berulang – ulang.
Ada juga media lain seperti rockwool, media ini menggunakan bebatuan seperti susunan dari bebatuan vulkanis dan beberapa batu kapur. Pembuatan media ini adalah dengan melelehkan bahan dengan suhu yang tinggi. Adonan lelehan tersebut di pintal dengan alat khusus seperti pengolahan kapas. Kemudian dibentuk lembaran atau di press menjadi bentuk lembaran atau kotak. Kelebihan media ini adalah mampu menampung kandungan air lebih banyak sekitar 12 kali lebih banyak dan kandungan udara yang lebih banyak 20%. Kelemahan dari media ini yaitu kadar pH yang tinggi dengan ukuran pH 7.8.
Media lain yang biasa digunakan adalah perlit atau vermikulit, dan beberapa macam atau jenis pasir.
Nutrisi yang diberikan harus tepat dan sesuai agar tanaman tumbuh dengan sesuai yang diharapkan. Nutrisi dapat dibeli di toko khusus hidroponik. Nutrisi yang paling sering didapati adalah bentuk konsentrat yang dapat dengan mudah Larut di dalam air. Campuran dapat dilakukan dengan menggunakan air sebanyak 1 galon dengan 2 sampai 4 sendok teh. Nutrisi bentuk konsentrat biasanya lebih mahal.
Kadar pH air standart pada media hidroponik adalah 5.7 hingga 6.8 pH. Untuk menaikkan kadar pH kita dapat mencampurkan air dengan potas, dan jika kadar pH yang terlalu tinggi, kita dapat menurunkan dengan larutan air dan asam fosfat.
Demikian cara menanam tumbuhan dengan teknik hidroponik, semoga panduan dan info ini dapat berguna dan dapat bermanfaat bagi anda yang ingin menanam dengan teknik.
Sumber Artikel : http://www.caramenanam.com/2013/09/hidroponik-cara-menanam-dengan-kualitas.html
Buat anda yang ingin berkebun tapi tidak mempunyai lahan yang luas tidak usah bingung karena sekarang anda bisa menggunakan cara menanam hidroponik. Dengan cara ini anda dapat menanam sayuran serta tanaman hias di teras ataupun di dalam rumah. Hidroponik merupakan cara menanam dengan menggunakan media air, dengan begitu anda tidak memerlukan tanah / lahan yang luas. Dalam arti lain disebut juga sebagai metode budidaya tanaman yang menggunakan air sebagai medianya lalu ditambahkan dengan nutrisi yang bukan berasal dari tanah. Dengan menggunakan cara ini anda dapat mengelola kebun lebih mudah mulai dari pengendalian hama, nutrisi, serta pencahayaan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan tanaman yang dibudidayakan.
Dalam cara menanam hidroponik kita tidak membutuhkan pemakaian pestisida dan herbisida beracun, dengan demikian akan mengurangi pemakaian dana serta ramah lingkungan sehingga hasil panen tanaman tersebut akan lebih sehat. Bertanam dengan menggunakan cara hidroponik akan membuat hasil panen menjadi berkualitas baik serta bebas kimia. Dalam berkebun hidroponik ada banyak cara yang bisa kita terapkan salah satunya adalah kultur air / disebut dengan nutriculture atau aquaculture. Cara ini merupakan metode hidroponik dengan cara merendam akar dari tanaman tersebut ke dalam air yang sudah dicampur dengan campuran kompleks nutrisi. Ada juga yang disebut dengan kultur agregat, cara ini merupakan cara bertanam dengan menggunakan media seperti pasir, kerikil, dan kelereng sebagai tempat tanaman tumbuh. Dengan cara media agregat ini nutrisi akan diserap langsung oleh akar.
Ada juga cara hidroponik kontinyu, cara ini merupakan cara bertanam dengan mengalirkan nutrisi langsung ke akar tanaman dengan menggunakan pompa. Cara ini banyak digunakan dalam pertanian dengan skala besar. Dan yang terakhir adalah hidroponik aeroponik yang merupakan cara bertanam dengan cara menggantungkan akar tanaman ke udara, selanjutnya dilakukan penyemprotan kabut secara berkala dengan air yang sudah diperkaya nutrisi. Manfaat dari cara menanam hidroponik adalah mudah dalam perawatannya seperti suhu, nutrisi dan cahaya.
Dalam cara menanam hidroponik kita tidak membutuhkan pemakaian pestisida dan herbisida beracun, dengan demikian akan mengurangi pemakaian dana serta ramah lingkungan sehingga hasil panen tanaman tersebut akan lebih sehat. Bertanam dengan menggunakan cara hidroponik akan membuat hasil panen menjadi berkualitas baik serta bebas kimia. Dalam berkebun hidroponik ada banyak cara yang bisa kita terapkan salah satunya adalah kultur air / disebut dengan nutriculture atau aquaculture. Cara ini merupakan metode hidroponik dengan cara merendam akar dari tanaman tersebut ke dalam air yang sudah dicampur dengan campuran kompleks nutrisi. Ada juga yang disebut dengan kultur agregat, cara ini merupakan cara bertanam dengan menggunakan media seperti pasir, kerikil, dan kelereng sebagai tempat tanaman tumbuh. Dengan cara media agregat ini nutrisi akan diserap langsung oleh akar.
Ada juga cara hidroponik kontinyu, cara ini merupakan cara bertanam dengan mengalirkan nutrisi langsung ke akar tanaman dengan menggunakan pompa. Cara ini banyak digunakan dalam pertanian dengan skala besar. Dan yang terakhir adalah hidroponik aeroponik yang merupakan cara bertanam dengan cara menggantungkan akar tanaman ke udara, selanjutnya dilakukan penyemprotan kabut secara berkala dengan air yang sudah diperkaya nutrisi. Manfaat dari cara menanam hidroponik adalah mudah dalam perawatannya seperti suhu, nutrisi dan cahaya.
Sumber Artikel :http://www.caramenanam.com/2013/07/cara-menanam-hidroponik-yang-baik-dan.html
Topik kali ini adalah mengenai cara menanam semangka hidroponik dengan mudah dan baik. Mungkin anda yang sedang ingin menanam semangka hidroponik dapat mempraktekkannya. Berikut adalah caranya :
1. Penyiapan Media Tanam
Yang akan Kami gunakan merupakan sistem Aeroponik dengan menggunakan kultur terendam, yang perlu kita persiapkan adalah sebagai berikut :
a. Timer
b. Pipa paralon dan instalasinya (sesuai kebutuhan)
c. Torn penampung air (bisa pakai drum plastik)
d. Mesin pompa akuarium
e. Rangkaian penetralisir air (deionizer)
f. Stereoform (gabus)
g. Talang air
2. Penyiapan Tanam
a. Penyemaian
Siapkan dahulu tempat penyemaian yang berupa kapas telah dibasahi dengan air dan juga dilapisi kertas Koran yang di atas nampan plastik.
Benih bisa di beli di toko pertanian terdekat, lalu benih semangka yang akan disemaikan, direndam terlebih dulu di dalam air yang hangat yang dicampur ANTONIK dan diamkan selama 2 hingga 4 jam, kemudian benih semangka yang telah disemaikan pada tempat yang telah anda siapkan tadi, supaya tetap lembab lakukan juga penyemprotan dengan air untuk tiap pagi dan juga sore hari.
2 hingga 3 hari semai sudah tumbuh berupa kecambah kecil lalu pindahkan ke tempat lain pada media ABU SEKAM lembab supaya pertumbuhan kecambah menjadi lebih cepat, hanya dengan menyirami air tiap pagi serta sore hari , yakinkan bahwa abu sekam di dalam keadaan lembab.
b. Penyesuaian
Anda perlu menyiapkan tempat dan penyesuaian berupa nampan plastik yang diberikan nutrisi.
Setelah 8 hingga 10 hari penyemaian maka sebelum ditanam ke dalam media tanam maka pada benih yang sudah menjadi kecambah perlu di lakukan penyesuaian dengan memberi nutrisi yang akan diberikan.
c. Penanaman
Mulailah dipindahkan ke dalam media tanam jika di tahap penyesuaian mulai tumbuh daun yang baru kira-kira pada hari ke 13 hingga 14.
Pada masa penanaman telah secara otomatis di sirkulasi nutrisi sesuai diatur dengan TIMER (disarankan anda menyetel timer pada setiap satu jam sekali selama lima belas menit yang dimulai dari pukul 00.00 s/d pukul 18.00).
Selanjutnya Perkiraan masa panen hingga dengan 60 hari yang dihitung sejak mulai tanam pada media tanam.
Apabila pada masa tanam terserang hama ataupun gangguan lainnya bisa diatasi dengan obat atau insektisida serta pestisida yang tersedia di toko pertanian.
Sumber Artikel : http://www.caramenanam.com/2013/07/cara-menanam-semangka-hidroponik-dengan.html
1. Penyiapan Media Tanam
Yang akan Kami gunakan merupakan sistem Aeroponik dengan menggunakan kultur terendam, yang perlu kita persiapkan adalah sebagai berikut :
a. Timer
b. Pipa paralon dan instalasinya (sesuai kebutuhan)
c. Torn penampung air (bisa pakai drum plastik)
d. Mesin pompa akuarium
e. Rangkaian penetralisir air (deionizer)
f. Stereoform (gabus)
g. Talang air
2. Penyiapan Tanam
a. Penyemaian
Siapkan dahulu tempat penyemaian yang berupa kapas telah dibasahi dengan air dan juga dilapisi kertas Koran yang di atas nampan plastik.
Benih bisa di beli di toko pertanian terdekat, lalu benih semangka yang akan disemaikan, direndam terlebih dulu di dalam air yang hangat yang dicampur ANTONIK dan diamkan selama 2 hingga 4 jam, kemudian benih semangka yang telah disemaikan pada tempat yang telah anda siapkan tadi, supaya tetap lembab lakukan juga penyemprotan dengan air untuk tiap pagi dan juga sore hari.
2 hingga 3 hari semai sudah tumbuh berupa kecambah kecil lalu pindahkan ke tempat lain pada media ABU SEKAM lembab supaya pertumbuhan kecambah menjadi lebih cepat, hanya dengan menyirami air tiap pagi serta sore hari , yakinkan bahwa abu sekam di dalam keadaan lembab.
b. Penyesuaian
Anda perlu menyiapkan tempat dan penyesuaian berupa nampan plastik yang diberikan nutrisi.
Setelah 8 hingga 10 hari penyemaian maka sebelum ditanam ke dalam media tanam maka pada benih yang sudah menjadi kecambah perlu di lakukan penyesuaian dengan memberi nutrisi yang akan diberikan.
c. Penanaman
Mulailah dipindahkan ke dalam media tanam jika di tahap penyesuaian mulai tumbuh daun yang baru kira-kira pada hari ke 13 hingga 14.
Pada masa penanaman telah secara otomatis di sirkulasi nutrisi sesuai diatur dengan TIMER (disarankan anda menyetel timer pada setiap satu jam sekali selama lima belas menit yang dimulai dari pukul 00.00 s/d pukul 18.00).
Selanjutnya Perkiraan masa panen hingga dengan 60 hari yang dihitung sejak mulai tanam pada media tanam.
Apabila pada masa tanam terserang hama ataupun gangguan lainnya bisa diatasi dengan obat atau insektisida serta pestisida yang tersedia di toko pertanian.
Sumber Artikel : http://www.caramenanam.com/2013/07/cara-menanam-semangka-hidroponik-dengan.html
Cara menanam tanaman dengan teknik hidroponik sangat cocok sekali untuk diterapkan oleh Anda yang tinggal di perkotaan. daerah pertanian di perkotaan yang memang mulai menyempit membuat orang beramai-ramai menanam tanaman dengan teknik hidroponik, terutama mereka yang perduli terhadap lingkungan.Jenis tanaman yang biasanya ditanam dengan system hidroponik di perkotaan adalah tanaman sayuran seperti sawi, kangkung, pakcoy, seledri, kemangi tomat dan sayuran kecil lainnya. Anda juga bisa menanam beberapa sayuran dengan ukuran sedang seperti tomat dan cabe rawit.
Salah satu hal yang harus diperhatikan saat menanam tanaman dengan system hidroponik adalah masalah pengairan. Anda harus meluangkan banyak waktu untuk menyiram tanaman dan merawat tanaman yang telah Anda tanam.
Cara menanam hidroponik
1. Penyiapan benih
Anda bisa menyemai benih dalam wadah berukuran yang cukup besar. Anda bisa memanfaatkan Rockwool yang memang dikenal sangat praktis karena memiliki daya serap air yang tinggi.
2. Penyiapan media tanam
Siapkan media tanam berupa campuran sekam bakar dan pasir kerikil kedalam wadah seperti pot atau kaleng bekas.
3. Perawatan tanaman
Anda bisa membersihkan gulma yang biasanya tumbuh di sekitar tanaman inti. Sebagai tambahan, Anda juga bisa memberikan pupuk urea atau pupuk kandang. Penyiraman sebaiknya dilakukan setiap hari, namun jika sedang musim hujan, Anda cukup menyiramnya sekali saja.
Agar tanaman yang Anda tanam dengan cara hidroponik tumbuh dengan sempurna, tempatkan tanaman di tempat yang bisa terkena sinar matahari secara langsung.
Sumber artikel : http://www.caramenanam.com/2013/05/cara-menanam-tanaman-dengan-teknik.html
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Topik kali ini adalah mengenai cara menanam semangka hidroponik dengan mudah dan baik. Mungkin anda yang sedang ingin menanam semangka hid...
-
Siapa yang tak mengenal terong? Buah yang satu ini memang sangat terkenal di Indonesia, dan sering dimasak sayur. Terong (Solanum melongen...
-
Kali ini kami akan membahas tentang cara menanam kangkung hidroponik dengan benar dan baik. Anda dapat menyimak yang berikut ini jika ing...
-
Sawi adalah salah satu sayuran yang mudah untuk ditanam dan cepat untuk dipanen. Harga sawi di pasaran juga cukup menjanjikan untuk para pe...
-
Cara menanam tanaman dengan teknik hidroponik sangat cocok sekali untuk diterapkan oleh Anda yang tinggal di perkotaan. daerah pertanian di...
-
Tomat adalah salah satu sayuran yang cukup menjanjikan untuk pasar Indonesia. Walaupun harga tomat di Indonesia naik turun, namun iklim Ind...
-
Sayuran organik selain dibudidayakan di lahan / kebun, bisa juga ditanam menggunakan media lain seperti pot dan polybag. Karena bentuknya ...
-
Buat anda yang ingin berkebun tapi tidak mempunyai lahan yang luas tidak usah bingung karena sekarang anda bisa menggunakan cara menanam hi...
-
Hidroponik adalah teknik menanam yang sudah tidak asing bagi kita. Rata – rata tanaman dipelihara dengan metode ini jauh lebih sehat. Selai...
-
Seledri merupakan sayuran yang banyak dipakai sebagai bahan pelengkap sop bisa juga dibuat sebagai obat. Bahasa latin dari seledri adalah...


Recent Comment